Rombongan Diklat Pimp III Kemenag RI Lakukan Kunjungan di MAN 1 Yogyakarta

27 Apr 2017, 01:38 MAN 1 Yogyakarta 1334

this used to be photo

Yogyakarta(MAN 1 YK)--Di balik keberhasilan MAN 1 Yogyakarta dengan ragam prestasi yang diraih mulai tingkat nasional hingga internasional tak luput dari tata kelola, manajemen, komitmen dan komunikasi yang dibangun dengan baik, antara civitas akademika, orang tua wali siswa, alumni, dan masyarakat.

Hal tersebut menjadi pembahasan yang mengemuka dalam kunjungan Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan ke-50 Kementerian Agama RI di MAN 1 Yogyakarta, Rabu(26/4)sore. Rombongan berjumlah 10 orang dengan 2 orang pendamping tersebut tiba di kampus pukul 14.30 WIB, disambut hangat oleh segenap civitas akademika MAN 1 Yogyakarta di Aula lantai 2.

Panitia Diklat yang juga pendamping Endah Prasetyani, S.Kom menyampaikan, peserta diklat angkatan ini berjumlah 30 orang. Pada hari ini kata Endah, perserta tersebut dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok 10 orang, untuk melakukan observasi di tempat yang berbeda yakni, MAN 1 Yogyakarta, Kantor Urusan Agama(KUA), dan Kantor Wilayah Kemenag DIY.

Kegiatan ini lanjutnya, merupakan Banchmarking atau suatu proses yang biasa digunakan dalam manajemen strategis, dimana suatu unit atau organisasi mengukur dan membandingkan kinerjanya terhadap aktivitas atau kegiatan serupa unit atau organisasi lain yang sejenis baik secara internal maupun eksternal. “Ini merupakan proyeksi untuk membuat perubahan dan yang menggerakkan,”ujarnya.

Sementara itu Kepala MAN 1 Yogyakarta Drs.H.Wiranto Prasetyahadi, M.Pd. menyambut baik kunjungan ini. “kami(MAN 1 Yogyakarta) mendapat kehormatan,”ujarnya mengawali sambutan.

Untuk itu Wiranto dan pihaknya sangat terbuka bagi peserta diklat tersebut untuk melakukan observasi secara langsung tentang tata kelola, sistem dan manajemen di madarasah ini.

Setelah sambutan kedua belah pihak, Wakil Kepala MAN 1 Yogyakarta Bidang Humas Hartiningsih, M.Pd menyampaikan presentasi profile madrasah. Kemudian dilanjutkan dengan dialog. Banyak pertanyaan yang disampaikan oleh peserta observasi tersebut, terkait tata kelola, manajemen , sistem, hingga tata cara rekrutment guru dan calon peserta didik berprestasi. Antara lain, ditanyakan bagaimana cara membangun komunikasi dan mengatasi gap antara pendidik(guru) dan tenaga kependidikan(pegawai) yang kerap terjadi dalam lembaga pendidikan.

Dijelaskan Wiranto, komunikasi di madrasah ini terbangun baik. Pucuk pimpinan dalam hal ini kepala madrasah mempunyai peran yang sangat penting dalam mengatasi hal ini. "Komitmen itu pada pucuk pimpinan,"terangnya.

Dimana lanjutnya, pimpinan menjadi contoh dan suri tauladan, harus bisa mengayomi dan membangun komunikasi antara keduannya. Salah satunya dengan program dan kegiatan yang bisa “mendinginkan” keduanya. Seperti pengajian, diklat dan outbound. Dengan kegiatan ini guru dan pegawai bisa membaur dan membangun komunikasi dengan baik. (dzl)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Naura Naydellyn: Langkah Besar Siswi MAN 1 Yogyakarta Menuju Pendidikan Global
27 Mar 2025, 21:57

Mantap Beraksi! MAN 1 Yogyakarta Siap Go International, Kakanwil Kemenag DIY Dukung 1000%
27 Mar 2025, 12:26

Bercerita dengan Magis, Arya Yudha Raih Juara Lomba Mendongeng Berbahasa Prancis
27 Mar 2025, 10:36

Naufal Stjerne Ma'mum: Siswa MAN 1 Yogyakarta Meraih Peringkat Juara 3 pada Islamic Science and Art (ISnA)
27 Mar 2025, 10:32

Buktikan Kualitas Kompetensi, Siswa MAN 1 Yogyakarta Menjadi Juara 1 Kompetisi CCA Ramadan di Fisipol (RDF)
27 Mar 2025, 10:30