Endang Sri Utami, Guru MAN 1 Yogyakarta Hadiahkan Buku Hasil Karya Tulisnya ke Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI

23 Sep 2021, 03:30 MAN 1 Yogyakarta 646

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 YK) -- Endang Sri Utami, Guru MAN 1 Yogyakarta memberikan hadiah buku karyanya kepada Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Moh. Isom, M.Ag, Selasa (21/09/2021) di sela-sela kunjungan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas kelas XII MAN PK.

Buku yang berjudul “Jalan Cinta Naila” dan “Jalan Rasa” merupakan karya fiksi berupa novel dan kumpulan cerpen. Novel berjudul “Jalan Cinta Naila” membawa banyak pesan, bahwa janganlah jadikan kondisi lemah untuk menang sendiri/menyakiti orang lain, berbakti kepada ibu bapak, meraih sukses harus dengan cara yang benar, berusaha untuk saling memaafkan, dan menjadi pemimpin keluarga harus bijaksana.

Sering menemui orang yang minta dimaklumi karena dirinya merasa lemah menjadi ide awal guru yang mengampu bahasa Inggris ini untuk menuangkan untaian kata-kata penuh makna yang terangkum dalam novel dan kumpulan cerpen.

“Berusaha mengedukasi banyak orang tanpa berkesan menggurui merupakan motivasi untuk menghadiahkan buku saya. Di samping itu saya ingin memberitakan ke Kementerian Agama, khususnya di bagian Kurikulum dan Kesiswaan bahwa kita, guru-guru juga tetap berkarya meski berbagai tugas selalu mengikuti”, terangnya.

Menulis merupakan hobi bagi perempuan yang akrab disapa Bu Endang. Di sela-sela kesibukannya sebagai staf humas di MAN 1 Yogyakarta, banyak karya yang telah ia hasilkan, baik berupa antologi maupun karya solo berupa kumpulan cerpen dan novel. Setelah karyanya terbit, ia selalu menyempatkan diri untuk menghibahkan karyanya ke perpustakaan MAN 1 Yogyakarta. 

“Dikarenakan menulis merupakan hobi, bukan pekerjaan pokok, maka saya melakukannya setelah tugas pokok selesai, terkadang dini hari atau hari libur,” tuturnya dalam memberikan tips dan trik manajemen waktu.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa literasi sangat penting, karena literasi bisa membuka wawasan kita menjadi lebih luas dan membuat kita semakin bijaksana.

Literasi itu tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga mengamati dan memperhatikan keseharian lingkungan kita. Sedangkan menulis, itu bisa untuk mengabadikan keberadaan, pikiran dan ide kita meski kita sudah tiada. Sampai saat ini saya sudah mengikuti dan berhasil mencetak 15 buku antologi, 2 buku solo, 1 sedang proses penulisan dan 1 sedang proses riset. (lis/dzl)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Naura Naydellyn: Langkah Besar Siswi MAN 1 Yogyakarta Menuju Pendidikan Global
27 Mar 2025, 21:57

Mantap Beraksi! MAN 1 Yogyakarta Siap Go International, Kakanwil Kemenag DIY Dukung 1000%
27 Mar 2025, 12:26

Bercerita dengan Magis, Arya Yudha Raih Juara Lomba Mendongeng Berbahasa Prancis
27 Mar 2025, 10:36

Naufal Stjerne Ma'mum: Siswa MAN 1 Yogyakarta Meraih Peringkat Juara 3 pada Islamic Science and Art (ISnA)
27 Mar 2025, 10:32

Buktikan Kualitas Kompetensi, Siswa MAN 1 Yogyakarta Menjadi Juara 1 Kompetisi CCA Ramadan di Fisipol (RDF)
27 Mar 2025, 10:30