Noor Hanifah dan Karang Jimbaran, Dua Siswa MAN 1 Yogyakarta Berurutan Raih Juara 1 dan 2 Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

27 May 2022, 06:43 MAN 1 Yogyakarta 601

this used to be photo

Kota Yogyakarta (MAN 1 Yk) — Sejarah adalah segala peristiwa masa lalu yang bisa kita ambil untuk dijadikan sebuah pelajaran pada masa sekarang. Dengan mempelajari sejarah mengindikasikan jika kita berusaha menjadi insan yang lebih baik sebelumnya.

Sekiranya itulah yang diusahakan oleh Noor Hanifah Arrasyid dan Karang Jimbaran Setyatrisila, dua siswa MAN 1 Yogyakarta, yang berhasil meraih juara 1 dan 2 dalam lomba karya tulis ilmia bidang sejarah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Yogyakarta, Jum’at (20/5/2022).

Lomba yang diikuti oleh Hanifah dan Jimbaran, nama panggilan mereka, merupakan ajang tahunan dari Himpunan  Mahasiswa Prodi Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta dengan tema “Sejarah Lokal”.

Kompetisi yang telah disosialisasikan sejak bulan April lalu ini mempertandingkan acara puncak, yaitu grand final, dengan mengharuskan para finalis mempresentasikan hasil karya yang telah mereka buat.

Pada kesempatan tersebut, Hanifah menjelaskan jika karya ilmiah yang ia buat mengangkat kisah dari tokoh lokal Banjarnegara yang bernama Soemitro Kolopaking.

“Saya merasa jika salah satu faktor terpilihnya karya saya sebagai yang terbaik adalah karena sejarah tentang Soemitro Kolopaking yang sebenanrnya masih sangat minim sumbernya namun sedang hangat diperbincangkan. Hal ini disebabkan pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengusulkan nama tokoh tersebut untuk dimasukkan kedalam daftar pahlawan nasional,” jelas Hanifah perihal topik penelitiannya.

Sementara itu, pada daftar urutan juara kedua, terdapat karya ilmiah berjudul ”Resiprositas Tradisi Magibung antara Umat Islam dan Puri Karangasem, Bali dalam Tiga Zaman” milik Karang Jimbaran.

Jimbaran menjelaskan jika topik yang ia bahas adalah tentang tradisi Magibung yaitu tradisi makan bersama dalam satu wadah di Kabupaten Karangasem, Bali yang tetap bertahan dalam tiga periode berbeda.

“Tradisi Magibung ini masih bertahan sejak zaman kerajaan di Indonesia, kemudian zaman penjajahan oleh Belanda dan Jepang sampai dengan zaman kemerdekaan saat ini,” tambah Jimbaran.

Perasaan senang dan bangga disampaikan oleh kedua siswa berprestasi ini sesaat setelah mengetahui jika karya yang mereka lombakan berhasil menyabet juara 1 dan 2.

Keduanya kompak mengatakan jika prestasi yang mereka raih ini adalah semata-mata untuk membanggakan orang tua, guru dan mengharumkan nama madrasah.

“Saya ingin berkembang dan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Merujuk kalimat motivasi dari Emma Watson yang selalu saya ingat yakni If not now, when? If not me, who?,” terang Hanifah yang kini duduk di kelas X Bahasa dan Budaya.

“Saya ingin mengasah bakat dan minat saya jauh lebih baik lagi dan selalu berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin,” ujar Jimbaran yang kini duduk di kelas X IPS 2.

Sejarah tak akan ada habisnya. Bertambah usia kita maka sejarah kita di dunia ini juga semakin banyak. Maka marilah bersama-sama kita ciptakan sejarah yang baik yang dapat dikenang oleh orang-orang setelah kita suatu saat nanti. (bai/dzl)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Naura Naydellyn: Langkah Besar Siswi MAN 1 Yogyakarta Menuju Pendidikan Global
27 Mar 2025, 21:57

Mantap Beraksi! MAN 1 Yogyakarta Siap Go International, Kakanwil Kemenag DIY Dukung 1000%
27 Mar 2025, 12:26

Bercerita dengan Magis, Arya Yudha Raih Juara Lomba Mendongeng Berbahasa Prancis
27 Mar 2025, 10:36

Naufal Stjerne Ma'mum: Siswa MAN 1 Yogyakarta Meraih Peringkat Juara 3 pada Islamic Science and Art (ISnA)
27 Mar 2025, 10:32

Buktikan Kualitas Kompetensi, Siswa MAN 1 Yogyakarta Menjadi Juara 1 Kompetisi CCA Ramadan di Fisipol (RDF)
27 Mar 2025, 10:30