Delegasi Negara Nepal Studi Banding di MAN Yogyakarta I

26 Aug 2016, 17:00 MAN 1 Yogyakarta 1164

this used to be photo

Yogyakarta (MAN YK I) – Masalah remaja dan kesehatan reproduksi menjadi perhatian dunia. Hal itu, karena kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, akan mengancam masa depan mereka, bahkan generasi penerus bangsa. Untuk itulah banyak Negara yang mengkampayekan dan memberi perhatian penuh terhadap permasalahan ini, hingga menjadikan pengetahuan Kesehatan reproduksi masuk dalam kurikulum pendidikan negara tersebut.

Seperti halnya Negara Nepal. Negara yang terletak di kawasan pegunungan Himalaya ini, mengirimkan delegasinya untuk berkeliling di Indonesia dalam rangka studi banding. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah MAN Yogyakarta I, Kamis(25/8) pagi.

Rombongan yang berjumlah 7 orang ini, tiba di MAN Yogyakarta I pukul 09.00 WIB dengan didampingi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN) Pusat. Mereka disambut oleh segenap Pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) MAN Yogyakarta I, civitas akademika, dan pegawai BKKBN DIY. Sebelum masuk Aula MAN Yogyakarta I, rombongan diajak menyaksikan simulasi konseling remaja yang dikemas dalam permainan ular tangga dan monopoli.

Pelaksana Tugas(PLT) Kepala MAN Yogyakarta I Singgih Sampurno, MA. menyambut baik kunjungan ini. Ia berharap agar kunjungan ini, bisa memberi manfaat kedua belah pihak.

Sementara itu wakil delegasi Nepal Narendra Mishra menjelaskan, kunjungan mereka di madrasah ini, ingin melihat langsung bagaimana Pendidikan Kesehatan Reproduksi itu diterapkan di Madrasah ini. Sehingga katanya, sepulang dari Indonesia ada pengalaman dan pengetahuan yang bisa diterapkan di negaranya.

Narendra Mishra menuturkan, kalau di Nepal Pendidikan Kesehatan Reproduksi sudah dimasukan dalam kurikulum sekolah. Bahkan lanjutnya, sekolah-sekolah di Nepal mengundang para pakar kesehatan reproduksi untuk hadir di sekolah, mengajarkan dan mensosialisaskian kepada mereka tentang kesehatan reproduksi.

Ia menambahkan, walaupun di Nepal belum ada kibijakan pemerintah yang tertulis atau berupa undang-undang, namun sosialisasi tentang kesehatan reproduksi sudah menjadi program umum yang dijalankan. Lebih dari itu jelasnya, praktik aborsi di Negara ini legal dan difasilitasi oleh pemerintah.

Pembimbing PIKR MAN Yogyakarta I Dra.Isni Lestari menjelaskan, walaupun pendidikan tentang kesehatan reproduksi secara formal belum diterapkan di madrasah ini, tetapi materi-materi tentang kesehatan reproduksi itu sudah terkandung dalam beberapa mata pelajaran, seperti fikih, biologi, dan olah raga. “hampir tiap tahun kita juga mengadakan seminar tentang keluarga berencana untuk kelas X,”ujar Isni Lestari yang juga Guru Bimbingan Konseling itu.

Setelah presentasi dari pihak PIKR, kemudian dilanjutkan dengan dialog. Banyak pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan dalam forum ini. Seperti pendidikan dan konseling, perlindungan remaja terhadap kekerasan, kesehatan reproduksi, pergaulan bebas, dan program preventif dari penyakit menular seksual: HIV/AIDS. (dzl)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Naura Naydellyn: Langkah Besar Siswi MAN 1 Yogyakarta Menuju Pendidikan Global
27 Mar 2025, 21:57

Mantap Beraksi! MAN 1 Yogyakarta Siap Go International, Kakanwil Kemenag DIY Dukung 1000%
27 Mar 2025, 12:26

Bercerita dengan Magis, Arya Yudha Raih Juara Lomba Mendongeng Berbahasa Prancis
27 Mar 2025, 10:36

Naufal Stjerne Ma'mum: Siswa MAN 1 Yogyakarta Meraih Peringkat Juara 3 pada Islamic Science and Art (ISnA)
27 Mar 2025, 10:32

Buktikan Kualitas Kompetensi, Siswa MAN 1 Yogyakarta Menjadi Juara 1 Kompetisi CCA Ramadan di Fisipol (RDF)
27 Mar 2025, 10:30